Proses
pengambiln keputusan dalam organisasi ialah kumpulan yang terdiri
dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama, didalam organisasi
rentan terjadinya selisih pendapat begitu juga keputusan dalam
mengambil sikap, dapat diartikan cara organisasi dalam pengambilan
keputusan. Pengambilan keputusan
merupakan proses fundamental didalam organisasi, para manajer mengmabil
keputusan berdasarkan informasi/komunikasi yang diterima.
|===bahasan===|
dalam
kehidupan, baik kehidupan dalam keseharian, organisasi, perusahaan,
negara, bahkan dunia pasti mengenal yang namanya pengambilan keputusan.
untuk mengatasi masalah diperlukan untuk pengambilan keputusan setelah
menganalisa permasalahan tersebut.
dalam pengambilan keputusan, terdapat beberapa metode yang sesuai teori pengambilan keputusan, diantaranya adalah :
- Kewenangan Tanpa diskusi (authority rule without discussion)
metode ini sering dilakukan oleh para pemimpin yang terkesan militer. mempunyai beberapa keuntungan jika seorang pemimpin menggunakan metode ini dalam pengambilan keputusan, yaitu cepat, maksudnya seorang pemimpin mempunyai keputusan ketika oraganisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menentukan atau memutuskan kebijakan apa yang harus diambil. Tetapi apabila metode ini sering dipakai oleh pemimpin akan memicu rasa kurang kepercayaan para anggota organisasi tersebut terhadap kebijakan yang telah diambil oleh pemimpin tanpa melibatkan para anggota yang lainnya dalam perumusan pengambilan keputusan.
- Pendapat Ahli (expert opinion)
Kemampuan setiap orang berbeda-beda, ada yang berkemampuan dalam hal politik, pangan, tekhnologi dan lain-lain, sangat beruntung jika dalam sebuah organisasi terdapat orang ahli yang kebetulan hal tersebut sedang dalam proses untuk diambil keputusan, pendapat seorang ahli yang berkopeten dalam bidangnya tersebut juga sangart membantu untuk pengambilan keputusan dalam organisasi.
- Kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion)
Metode ini hampir sama dengan metode yang pertama, tapi perbedaannya terletak pada lebih bijaknya pemimpin yang menggunakan metode ini disbanding metode yang pertama, maksudnya sang pemimpin selalu mempertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organiasi dalam proses pengambilan keputusan. Terdapat kelemahan didalam metode ini, setiap anggota akan besaing untuk mempengaruhi pemimpin bahwa pendapatnya yang lebih perlu diperhatikan dan dipertimbangkan yang ditakutkan pendapat anggota tersebut hanya mamberikan nilai positif untuk dirinya dan merugikan anggota organisasi yang lain.
- kesepakatan (consensus)
Dalam Metode ini, sebuah keputusan akan diambil atau disetujui jika didalam proses pengambilan keputusan telah disepakati oleh semua anggota organisasi, secara transparan apa tujuan, keuntungan bagi setiap anggota sehingga semua anggota setuju dengan keputusan tersebut. Negara yang demokratis biasanya akan menggunakan metode ini. Tetapi metode seperti ini tidak dapat berguna didalam keadaan situasi dan kondisi yang mendesak atau darurat disaat sebuah organisasi dituntut cepat dalam memberikan sebuah keputusan.
|===kesimpulan===|
pengambilan keputusan adalah kegiatan yang harus diperhatian
keefektifitasannya baik jangka pendek maupun jangka panjang, kesalahan
dalam pengambilan keputusan dapat mengakibatkan kerugian yang fatal
dikarenakan segala sesuatunya haruslah dipikirkan berdasarkan keadaan
dan keharusan dalam keputusan tersebut. dengan beberapa metode tersebut
adalah hal-hal yang biasa di pakai dalam pengambilan suatu keputusan
dalam organisasi.
sumber ;
www.google.com
http://zzzfadhlan.wordpress.com

No comments:
Post a Comment